Kamis, 11 Februari 2016

Munas Partai Hanura - Solo

      Ketua Umum Partai Hanura, Wiranto, memanfaatkan ajang Munas II Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) di Solo untuk mencurahkan isi hatinya terkait kondisi mutakhir perpolitikan Tanah Air. Ia mendambakan dua koalisi bersatu demi Indonesia Jaya.

      Pada akhir kata sambutannya dalam Munas Partai Hanura di Solo, Wiranto berpantun soal dua koalisi yang mewarnai kondisi politik Indonesia kini. “Indonesia hebat dan merah bukan sekedar nama tapi punya makna yang luar biasa. Indonesia kuat dan jaya asalkan dua koalisi bersama-sama,” tutur kata Wiranto.

      Wiranto juga mengatakan bahwa adagium “politik itu kotor” harus diubah untuk mewujudkan Indonesia yang makmur. Diakuinya hal itu sulit tapi harus diupayakan supaya tidak hanyut dalam arus yang ada.

      Menurut dia, kepercayaan masyarakat semakin tinggi dengan ditempatkannya 1.278 kader di DPR, DPRD Provinsi dan DPR Kabupaten/Kota. Selain itu ada juga yang menjadi menteri dan Dewan Pertimbangan Presiden. Menurut dia, ajakan melakukan revolusi mental merupakan langkah tepat.

      Lebih lanjut, Wiranto menyampaikan hadirnya beberapa petinggi partai mengisyaratkan kalau tidak saling berhadapan. Namun terikat dalam satu semangat untuk membangun Indonesia Hebat.

      Munas II Partai Hanura di Solo dihadiri oleh sejumlah elite parpol, yakni Ketua PDIP, Megawati Soekarno Putri; Ketua Partai Nasdem, Surya Paloh; Ketua PKB, Muhaimin Iskandar; Ketua PPP, Romahurmuziy; Ketua PKPI, Sutiyoso; dan Ketua PKS, Anis Matta. Ada pula politisi Partai Golkar, seperti Akbar Tandjung, Agung Laksono, dan Nurdin Halid. Ketua Pengurus Pusat Muhammadiyah, Din Syamsudin dan Anggota Tim 9, Jimly Asshidiqie.

-sumber : Solopos.com

Biografi Partai Hanura

      Partai Hati Nurani Rakyat atau yang lebih dikenal sebagai Partai Hanura merupakan salah satu partai politik di Indonesia. Awal berdiri-nya partai ini tak lepas dari gagasan Jend. TNI (Purn) Wiranto beserta tokoh-tokoh nasional lain. Gagasan ini kemudian dibahas dalam sebuah pertemuan yang diadakan di Jakarta pada tanggal 13-14 November 2006. Dalam pertemuan ini dihasilkan 8 kesepakatan yang menjadi tonggak berdirinya partai. Dalam 8 kesepakatan tersebut dibahas mengenai berbagai hal yang menyangkut kesejahteraan rakyat Indonesia. Pada pendeklarasian tanggal 21 Desember 2006 kesepakatan tersebut ditindaklanjuti dalam partai politik yang kemudian diberi nama  Partai Hati Nurani Rakyat atau biasa disingkat menjadi Partai Hanura. Adapun nama-nama dewan pendiri Partai Hanura antara lain Jend. TNI (Purn) Wiranto, Yus Usman Sumanegara, Dr. Fuad Bawazier, Dr. Tuti Alawiyah AS., Jend. TNI (Purn) Fachrul Razi, Laks TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh, Prof. Dr. Achmad Sutarmadi, Prof. Dr. Max Wullur, Prof. Dr. Azzam Sam Yasin, Jend. TNI (Purn) Subagyo HS., Jend. Pol (Purn) Chaeruddin Ismail, Samuel Koto, LetJen. TNI (Purn) Suaidi Marasabessy, Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso, Djafar Badjeber, Uga Usman Wiranto, Letjen. TNI (Purn) Ary Mardjono, Elza Syarief, Nicolaus Daryanto, Anwar Fuadi, Dr. Teguh Samudra dan beberapa tokoh lainnya.

      Partai Hanura mempunyai visi yang terbagi menjadi 2 bagian yakni Kemandirian Bangsa dan Kesejahteraan Rakyat. Dalam visi tersebut secara garis besar menjelaskan bahwa Bangsa Indonesia terasa tidak mandiri lagi dengan banyaknya campur tangan pihak asing yang dapat merugikan kehidupan bangsa sehingga diharapkan seluruh rakyat Indonesia mampu bangkit kembali demi menciptakan sebuah bangsa yang mandiri serta selalu menanamkan dan mewujudkan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia. Partai Hanura terus menjunjung tinggi nilai-nilai dasar partai yang antara meliputi ketaqwa-an, kemandirian, kebersamaan, kerakyatan dan kesederhanaan.

      Dalam keikutsertaan partai dalam pemilihan umum (Pemilu) di Indonesia, Partai Hanura menjalani debut pertama-nya dengan tampil dalam Pemilu 2009. Dalam Pemilu 2009 lalu Partai Hanura mampu mendapat suara sebanyak 3.922.870 suara atau sekitar 3,8%. Selain itu, pendiri partai Wiranto juga ikut mencalonkan diri sebagai Presiden dalam Pemilu 2009 lalu. Dengan menggandeng mantan wakil presiden Jusuf Kalla, Wiranto maju menjadi kandidat presiden Republik Indonesia. Melalui nomor urut 3 Wiranto dan Jusuf Kalla hanya mampu berada di peringkat ke 3 dengan perolehan 15.081.814 suara sah atau 12,41%. Menatap Pemilu 2014 mendatang, Wiranto berencana untuk maju kembali sebagai kandidat Presiden. Kali ini, Wiranto menggandeng CEO MNC Group yang merupakan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) dan Ketua Dewan Pertimbangan Partai Hanura, Hary Tanoesoedibjo. Hal ini disampaikan dalam Deklarasi Capres Cawapres Partai Hanura yang diselenggarakan pada Juli 2013 ini. Dengan ini diharapkan mampu memberi perubahan bagi bangsa Indonesia menjadi lebih makmur melalui sosok pemimpin yang adil dan berhati nurani.

- Riset dan analisa oleh Tryning Rahayu Setya W.
- Sumber : Merdeka.com
Diberdayakan oleh Blogger.

 

© 2013 PARTAI HANURA. Copyright 2016. Designed by Abul Hasan (Surga Indonesia)

Back To Top